Tuhan Tolong Saya

Tuhan Tolong Saya , Tuhan saya ingin bicara , Tuhan dimana Engkau ketika aku ingin bicara ? Tuhan kemana aku harus mencari Mu , Tuhan dimana aku dapat menemukan MU , 

Kalimat - kalimat diatas adalah sebagian dari rintihan para Hamba Allah Subhanahu Wata'ala yang sedang dirudung masalah , mencari sebuah jawaban , mencari kebenaran , mencari sandaran , dan berbagai masalah lainnya.

Tidak jarang dan bahkan banyak sekali jika kita mau memperhatikan mereka yang sedang berada dalam sebuah masalah pelik yang tidak mendapatkan jawaban kemudian ingin mengadukan permasalahan tersebut kepada Sang Pencipta / Raja Mereka. 

Allah Subhanahu Wata'ala 

Tuhan yang dapat mengabulkan permohonan hamba - hamba Nya ketika hamba tersebut memohon , Tuhan yang mau menerima rintihan para hambanya yang mencari keadilan , Tuhan yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui keadaan hamba - hamba Nya yang ingin serta Rindu untuk berjumpa dengan Nya. 

Tuhan Tolong Saya ........? dimanakah Engkau disaat hamba Mu ingin sekali mengadu ....? 


Saling Menolong

Sebagai Makhluk Sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lain hendaknyalah manusia hendaknya saling tolong menolong, terutama dalam hal kebaikan.

Sejumlah tugas dan atau pekerjaan kecil mungkin dapat kita laksanakan dan atau dapat kita kerjakan sendiri, namun tidak sedikit dari tugas dan atau pekerjaan besar dan penting tidaklah mungkin dapat dikerjakan sendirian tanpa bantuan orang lain. 


Sebaliknya, bila terdapat sejumlah orang yang siap membantu, niscaya tugas yang sama dapat dikerjakan dengan ringan. Bila seseorang tetap bekerja sendirian, niscaya ia tak akan mampu dan bakal menemui kegagalan dalam mengerjakan berbagai tugas. 

Jarang terjadi, dan bahkan boleh dibilang tidak mungkin seseorang sendirian saja membangun dan menjalankan sebuah organisasi sosial. Seorang individu tak akan mampu mengurus rumah sakit, sekolah, masjid, panti asuhan, perpustakaan, dan sebagainya tanpa meminta bantuan selainnya. 

Kenyataannya, seseorang tidak mampu sendirian mengelola administrasi dari organisasi apapun. Namun, berkat bantuan dan kerja sama selainnya, pekerjaan apapun dapat diselesaikan dengan sempurna. Setiap bangsa yang para penduduknya memiliki semangat saling membantu dan bekerja sama akan menjadi bangsa yang makmur.

Semuanya adalah ciptaan Allah Swt. Seluruh manusia berasal dari nenek moyang yang sama (yakni, Nabi Adam dan Hawa). Pada kenyataannya, seluruh manusia termasuk dalam sebuah keluarga besar yang sama. Allah Swt telah menciptakan dan mengasihi mereka. Hanya Allah saja yang mengaruniakan mereka segenap kebutuhan hidup di dunia. Dia menganugerahkan mereka kemampuan untuk memanipulasi dan memanfaatkan segala sesuatu yang ada, serta memberikan mereka kearifan dan kekuatan untuk memanfaatkan segala hal di sekeliling mereka demi keuntungan mereka. Allah Swt telah menyediakan mereka kesempatan untuk melambungkan spiritualitasnya demi meraih kesempurnaan takwa dan memperoleh ganjaran pahala di akhirat kelak. Dia menyediakan pelbagai sarana bimbingan dalam sosok para nabi yang diutus dari waktu ke waktu. Dia telah mengangkat para imam sebagai pelanjut misi kenabian dan kerasulan, juga para pembimbing keagamaan, seperti para mujtahid dan maraji' ulama-ulama besar agama. 

Sungguh, anugerah yang dicurahkan-Nya kepada manusia tak terkira banyaknya. Dia menginginkan umat manusia saling mengasihi satu sama lain dan berusaha keras menciptakan kesejahteraan hidup bersama. Dia menginginkan umat manusia saling menolong, baik dalam keadaan suka maupun duka. Siapapun yang memikirkan dan berupaya memperbaiki nasib orang lain merupakan orang-orang pilihan Allah Swt. Kelak, mereka akan mendapatkan banyak balasan kebaikan di akhirat. 


Terdapat ratusan riwayat dari Nabi saw dan para imam semacam itu yang tersebar di berbagai kitab hadits yang memuat ucapan manusia-manusia maksum tersebut.

Nabi saw memandang masyarakat Islam sebagai sebuah kesatuan tunggal dan memerintahkan orang-orang yang beriman untuk mengusahakan kebaikan bersama. Islam adalah sistem keimanan bersama dan menganggap kesejahteraan individu-individunya sebagai kesejahteraan masyarakat. 


Islam menentang segala jenis kecenderungan mementingkan diri sendiri. Seorang Muslim sejati tak akan pernah mementingkan dirinya sendiri. Ia juga tak pernah mengabaikan hak-hak selainnya di tengah masyarakat

Kenapa Tolong Menolong

Terkadang mungkin beberapa dari kita berfikir kenapa harus menolong sesama ? Apakah Penting Membantu Sesama ? Apakah ada keuntungan dari Tolong Menolong ?

Tidak mudah menumbuhkan jiwa sosial dari dalam pribadi kita (termasuk saya). Sifat luhur dan mulia tersebut juga tidak selalu diwarisi oleh semua manusia, mungkin hanya segelintir orang saja. Apalagi kemudian diwarnai dan dibumbui serta diracik sedemikian rupa oleh berbagai macam perbedaan baik Suku , Ras , Negara , Agama , Golongan.

Kenapa harus menolong sesama ?
Dalam menjalani hidup yang digariskan Allah Subhanahu Wata'ala Pasti ada pahit , manis , asam , asin , getir yang akan dirasakan oleh setiap manusia, tidak terkecuali siapapun mereka orangnya.Terharu rasanya melihat warga Indonesia hanya saling menolong pada saat bencana alam terjadi. Sumbangan uang mencapai ratusan juta bahkan milyaran / trilyunan rupiah, bahkan ada yang bersedia menjadi tenaga suka rela. Seakan-akan Indonesia mau bersatu untuk menolong sesama.

Tetapi mengapa kita hanya saling gotong royong sewaktu ada bencana ?

Pada saat bencana, orang-orang dengan senang hati menyumbang uang, kalau tidak ada bencana, orang-orang sibuk mencuri uang masyarakat dengan korupsi, Sekolah di pengungsian diadakan supaya pendidikan anak-anak korban bencana masih belajar setiap hari, saya rasa ini ide yang sangat bagus dan saya senang hal ini terjadi, tetapi banyak sekali sekolah-sekolah dan murid-muridnya di Indonesia yang butuh perhatian, bahkan saat tidak ada bencana. 

Apakah Indonesia hanya bisa bersatu saat kita mengalami bencana ?
Di lain sisi, saya sangat senang melihat pertolongan terus datang, Saya hanya berharap Indonesia bisa saling gotong royong, saling membantu, kapan saja, di mana saja, bahkan pada saat tidak ada bencana. Banyak kita lihat bagaimana seorang balita yang baru lahir dibiarkan sekarat di jalanan yang dilewati banyak pejalan kaki dan kendaraan, Mengapa tidak ada yang menolong ?

Sepertinya dunia ini semakin lama semakin kehilangan energi positif dalam setiap aktivitasnya. Tanpa disadari, banyak dari kita tidak lagi mempercayai adanya ketulusan dalam suatu kebaikan. Mengapa ?

Sebagai penolong, melihat orang yang kesusahan tentunya naluri kemanusiaan kita akan mendorong kita untuk membantu. Namun tidak jarang pula ketika kita menjadi penolong yang tulus, justru yang ditolong lah yang berpikiran negatif. Mulai dari kemungkinan “dia pasti ada maunya”, “sekalian minta tolong apa lagi ya?”, sampai ”saya tidak butuh pertolongan sekecil ini”. Semua itu (percayalah) merupakan hal yang sering terjadi dalam kancah “tolong-menolong” selama ini.

Sepatutnya sebagai penolong kita memiliki hati untuk melakukan yang terbaik dan sebagai yang ditolong kita memiliki hati yang bersyukur. Percayalah bahwa pertolongan kita tidak akan sia-sia, meski sedikit namun pasti menjadi bagian dari kelegaan hati orang yang membutuhkan.

Melihat hal tersebut, beberapa orang yang telah menyelamatkan diri urung menawarkan pertolongan. Banjir semakin meninggi, tetangga-tetangga tidak lagi saling perduli, hingga akhirnya datang tawaran bantuan dari tim penolong yang diberi tugas oleh Pemilik Otoritas. Kalau saja beberapa orang tetap memaksa untuk menerima pertolongan, mungkin dia akan tetap bisa melanjutkan kehidupannya. Di sisi lain, kalau saja bapak tua itu menerima pertolongan orang-orang yang menawarkan bantuan, pasti dia tidak akan mati percuma,

Kiranya tolong-menolong didasari ketulusan hati penolong dan kerendahan hati penerima pertolongan. tapi namanya takdir ya... terima saja.

Wallahu A'lam

Saling Tolong Menolong


Saling Tolong Menolong adalah merupakan satu diantara perintah Allah Subhanahu Wata'ala yang harus dilaksanakan oleh setiap hamba - hamba Nya yang ingin kembali kepada Nya, tolong menolong merupakan satu ciri orang mu'min yang dalam pelaksanaannya dalam kehidupan sehari - hari hendaknyalah kemudian bercermin kepada Kitab Nya.

Hal tersebut oleh karena didalam pelaksanaan Tolong Menolong seorang hamba haruslah kemudian dapat membedakan apa dan bagaimana kebajikan dan ketakwaan itu serta apa dan bagaimana Dosa dan pelanggaran, sebagaimana telah dijelaskan didalam penggalan surah Al Maidah yang tertulis didalam gambar dibawah.

Saling Tolong Menolong dalam mengerjakan Kebajikan dan Takwa insya Allah akan membawa setiap hamba - hamba Nya kepada Ampunan dan Ridha Nya, Aamiin

Sedangkan sebaliknya Tolong Menolong dalam mengerjakan Perbuatan Dosa dan Pelanggaran Insya Allah akan membawa setiap hamba - hamba Nya kepada Azab dan Siksa Nya. Na'udzubillahi Min Dzalik

Wallahu A'lam