Labels

Tolong Menolong

Tolong- menolong merupakan suatu kewajiban bagi setiap manusia. Tolong- menolong akan dapat membantu orang lain dengan tidak mengharapkan balasan , namun tentunya jika kita memerlukan bantuan pula, tentunya orang lain akan menolong kita. Dengan tolong- menolong kita akan dapat membina hubungan baik sesama manusia. 

Tolong- menolong juga dapat memupuk rasa kasih sayang antara tetangga, antara kawan, dan masyarakat. Melalui pertolongan yang kita hulurkan orang lain akan mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan. Mereka merasakan kita ada dan diperlukan oleh orang lain. Bantuan yang kita berikan sangat bermakna bagi mereka. 

Apabila kita memerlukan pertolongan daripada mereka pada suatu masa kelak, sudah pasti mereka akan memberikan bantuan pula dengan rela hati. Kadang-kala kita merasa amat jengkel pada orang yang mampu untuk menolong seseorang tetapi tidak mahu melakukannya. Begitu ramai orang kaya yang tidak mahu membelanjakan sebahagian hartanya untuk orang miskin walhal itulah tuntutan agama yang perlu mereka tunaikan. 

Bahkan sebaliknya berlaku di mana orang kaya menggunakan kekayaannya menindas orang miskin seperti memonopoli suatu perniagaan dan mengenakan bayaran perkhidmatan yang tinggi.Akibatnya orang miskin bertambah miskin manakala orang kaya bertambah kaya. Banyak juga orang bijak pandai yang tidak mahu mengajarkan ilmunya kepada orang yang jahil sebaliknya mereka yang berilmu tinggi ini membohongi orang kampung demi untuk mencapai keuntungan peribadi. 

Melalui pertolongan yang diberikan kepada orang lain sebenarnya kita menolong diri sendiri. Kita tidak perlu ragu-ragu untuk menolong orang lain. Dengan menolong orang lain, hidup kita akan terasa bermakna dan jauh dari rasa kekecewaan. Tuhan akan membalas kebaikan yang telah kita lakukan. Pertolongan yang diberikan tidak semestinya dengan harta dan wang ringgit, tetapi boleh juga kita hulurkan dalam bentuk fikiran dan tenaga. Malah kita juga boleh membantu seseorang dengan memohon doa kepada Tuhan. 

Oleh itu, marilah kita tolong menolong karena sesungguhnya buat baik dibalas baik, buat jahat dibalas jahat. Berikan maksud perkataan yang dihitamkan. Jelaskan maksud "buat baik dibalas baik, buat jahat dibalas jahat".

Menolong Orang Lain

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).

Apabila kita mengetahui bahwa sebenarnya kita mampu berbuat sesuatu untuk menolong kesulitan orang lain, maka segeralah lakukan, segeralah beri pertolongan. Terlebih lagi bila orang itu telah memintanya kepada kita. Karena pertolongan yang kita berikan, akan sangat berarti bagi orang yang sedang kesulitan. Cobalah bayangkan, bagaimana rasanya apabila kita berada di posisi orang yang meminta pertolongan pada kita, Dan sungguh Allah SWT sangat mencintai orang yang mau memberikan kebahagiaan kepada orang lain dan menghapuskan kesulitan orang lain.

Berikut beberapa hadits yang menerangkan tentang keutamaan menolong dan meringankan beban orang lain:
  1. Pada suatu hari Rasululah SAW ditanya oleh sahabat beliau : “Ya Rasulullah,  siapakah manusia yang paling dicintai Allah dan apakah perbuatan yang paling  dicintai oleh Allah ? Rasulullah SAW menjawab : “Manusia yang paling dicintai oleh  Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia  yang lain; sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan  kegembiraan kepada orang lain atau menghapuskan kesusahan orang lain, atau  melunasi hutang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan  kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk  menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri’tikaf di  masjidku ini selama satu bulan ” ( Hadits riwayat Thabrani ).  
  2. Setiap gerakan pertolongan merupakan nilai pahala ” Siapa yang menolong  saudaranya yang lain maka Allah akan menuliskan baginya tujuh kebaikan bagi  setiap langkah yang dilakukannya ” (HR. Thabrani ).  
  3. Memberikan bantuan juga dapat menolak bala, sebagaimana dinyatakan ” Sedekah  itu dapat menolak tujuh puluh pintu bala ” (HR Thabrani ). Pertolongan  Allah kepada seseorang juga tergantung dengan pertolongan yang dilakukannya  antar manusia. “Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama  hamba itu menolong orang yang lain“. (Hadits muslim, abu daud dan tirmidzi)
  4. Lebih hebat lagi, membantu orang yang susah lebih baik daripada ibadah umrah,   sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih berikut ini: ”Siapa yang berjalan menolong   orang yang susah maka Allah akan menurunkan baginya tujuh puluh lima ribu  malaikat yang selalu mendoakannya dan dia akan tetap berada dalam rahmat Allah  selama dia menolong orang tersebut dan jika telah selesai melakukan pertolongan  tersebut, maka Allah akan tuliskan baginya pahala haji dan umrah dan sesiapa  yang mengunjungi orang yang sakit maka Allah akan melindunginya dengan tujuh puluh lima ribu malaikat dan tidaklah dia mengangkat kakinya melainkan akan  dituliskan Allah baginya satu kebaikan, dan tidaklah dia meletakkan tapak  kakinya untuk berjalan melainkan Allah angkatkan daripadanya, Allah akan ampunkan baginya satu kesalahan dan tinggikan kedudukannya satu derajat sampai dia duduk disamping orang sakit, dan dia akan tetap mendapat rahmat sampai dia   kembali ke rumahnya ” (HR Thabrani ).
  5. Memberikan bantuan juga dapat memadamkan kemarahan Tuhan, perhatikan hadits berikut ini: “Sesungguhnya sedekah yang sembunyi-sembunyi akan memadamkan  kemarahan Allah, dan setiap perbuatan baik akan mencegah keburukan dan silaturrahmi itu akan menambah umur dan menghilangkan kefaqiran dan itu lebih baik daripada membaca laa haula wa laa quwwata illaa billah padahal dengan membacanya saja akan mendapat perbendaharaan surga dan dengan berbuat baik itu  juga dapat menyembuhkan penyakit dan menghilangkan kegelisahan ” (HR. Thabrani ).  
  6. Menolong orang lain juga dapat mengampuni dosa. “Siapa yang berjalan untuk  membantu saudaranya sesama muslim maka Allah akan menuliskan baginya suatu  kebaikan dari tiap langkah kakinya sampai dia pulang dari menolong orang  tersebut. Jika dia telah selesai dari menolong saudaranya tersebut, maka dia  telah keluar dari segala dosa-dosanya bagaikan dia dilahirkan oleh ibunya, dan  jika dia ditimpa kecelakaan (akibat menolong orang tersebut) maka dia akan  dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab “  (HR. Abu Ya’la ).
  7. Allah SWT akan memberikan pelayanan surga kepada orang yang menolong meringankan beban hidup orang lain. Perhatikan hadits berikut ini: ” Sesiapa yang bersikap  ramah kepada orang lain dan meringankan beban hidupnya baik sedikit maupun  banyak maka kewajiban bagi Allah untuk memberikan kepadanya pelayanan dengan  pelayanan surga ” (HR Thabrani ).
  8.  Orang yang menolong orang yang sakit laksana berada dalam taman surga, seperti dinyatakan oleh hadits: “Siapa yang mengunjungi seseorang  yang lain maka dia mendapatkan rahmat Allah dan siapa yang mengunjungi orang  yang sakit maka dia seperti berada di dalam taman-taman (raudhah) surga ” (HR Thabrani ).
  9. Membantu orang lain juga merupakan ibadah shalat dan sedekah, sebagaimana  dalam hadtis disebutkan :” Amar Makruf dan mencegah kemungkaran yang kamu  lakukan adalah shalat. Menolong orang yang susah juga merupakan shalat.  Perbuatan menyingkirkan sampah dari jalan juga shalat dan setiap langkah yang  engkau lakukan menuju tempat shalat juga merupakan shalat “     (HR. Ibnu Khuzaimah ).
Setelah kita mengetahui keutamaan membantu dan meringankan kesulitan orang lain, masih enggankah kita memberikan bantuan dan meringankan kesulitan orang lain? Terlebih lagi bila orang yang kesulitan, telah meminta langsung pertolongan kepada kita, pantaskah kita sebagai orang beriman mengabaikan permintaan pertolongan yang dimohonkan? Padahal kita mempunyai kemampuan dan kesanggupan untuk membantunya.

Saling Menolong

Sebagai Makhluk Sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lain hendaknyalah manusia hendaknya saling tolong menolong, terutama dalam hal kebaikan.

Sejumlah tugas dan atau pekerjaan kecil mungkin dapat kita laksanakan dan atau dapat kita kerjakan sendiri, namun tidak sedikit dari tugas dan atau pekerjaan besar dan penting tidaklah mungkin dapat dikerjakan sendirian tanpa bantuan orang lain. 


Sebaliknya, bila terdapat sejumlah orang yang siap membantu, niscaya tugas yang sama dapat dikerjakan dengan ringan. Bila seseorang tetap bekerja sendirian, niscaya ia tak akan mampu dan bakal menemui kegagalan dalam mengerjakan berbagai tugas. 

Jarang terjadi, dan bahkan boleh dibilang tidak mungkin seseorang sendirian saja membangun dan menjalankan sebuah organisasi sosial. Seorang individu tak akan mampu mengurus rumah sakit, sekolah, masjid, panti asuhan, perpustakaan, dan sebagainya tanpa meminta bantuan selainnya. 

Kenyataannya, seseorang tidak mampu sendirian mengelola administrasi dari organisasi apapun. Namun, berkat bantuan dan kerja sama selainnya, pekerjaan apapun dapat diselesaikan dengan sempurna. Setiap bangsa yang para penduduknya memiliki semangat saling membantu dan bekerja sama akan menjadi bangsa yang makmur.

Semuanya adalah ciptaan Allah Swt. Seluruh manusia berasal dari nenek moyang yang sama (yakni, Nabi Adam dan Hawa). Pada kenyataannya, seluruh manusia termasuk dalam sebuah keluarga besar yang sama. Allah Swt telah menciptakan dan mengasihi mereka. Hanya Allah saja yang mengaruniakan mereka segenap kebutuhan hidup di dunia. Dia menganugerahkan mereka kemampuan untuk memanipulasi dan memanfaatkan segala sesuatu yang ada, serta memberikan mereka kearifan dan kekuatan untuk memanfaatkan segala hal di sekeliling mereka demi keuntungan mereka. Allah Swt telah menyediakan mereka kesempatan untuk melambungkan spiritualitasnya demi meraih kesempurnaan takwa dan memperoleh ganjaran pahala di akhirat kelak. Dia menyediakan pelbagai sarana bimbingan dalam sosok para nabi yang diutus dari waktu ke waktu. Dia telah mengangkat para imam sebagai pelanjut misi kenabian dan kerasulan, juga para pembimbing keagamaan, seperti para mujtahid dan maraji' ulama-ulama besar agama. 

Sungguh, anugerah yang dicurahkan-Nya kepada manusia tak terkira banyaknya. Dia menginginkan umat manusia saling mengasihi satu sama lain dan berusaha keras menciptakan kesejahteraan hidup bersama. Dia menginginkan umat manusia saling menolong, baik dalam keadaan suka maupun duka. Siapapun yang memikirkan dan berupaya memperbaiki nasib orang lain merupakan orang-orang pilihan Allah Swt. Kelak, mereka akan mendapatkan banyak balasan kebaikan di akhirat. 


Terdapat ratusan riwayat dari Nabi saw dan para imam semacam itu yang tersebar di berbagai kitab hadits yang memuat ucapan manusia-manusia maksum tersebut.

Nabi saw memandang masyarakat Islam sebagai sebuah kesatuan tunggal dan memerintahkan orang-orang yang beriman untuk mengusahakan kebaikan bersama. Islam adalah sistem keimanan bersama dan menganggap kesejahteraan individu-individunya sebagai kesejahteraan masyarakat. 


Islam menentang segala jenis kecenderungan mementingkan diri sendiri. Seorang Muslim sejati tak akan pernah mementingkan dirinya sendiri. Ia juga tak pernah mengabaikan hak-hak selainnya di tengah masyarakat

Kenapa Tolong Menolong

Terkadang mungkin beberapa dari kita berfikir kenapa harus menolong sesama ? Apakah Penting Membantu Sesama ? Apakah ada keuntungan dari Tolong Menolong ?

Tidak mudah menumbuhkan jiwa sosial dari dalam pribadi kita (termasuk saya). Sifat luhur dan mulia tersebut juga tidak selalu diwarisi oleh semua manusia, mungkin hanya segelintir orang saja. Apalagi kemudian diwarnai dan dibumbui serta diracik sedemikian rupa oleh berbagai macam perbedaan baik Suku , Ras , Negara , Agama , Golongan.

Kenapa harus menolong sesama ?
Dalam menjalani hidup yang digariskan Allah Subhanahu Wata'ala Pasti ada pahit , manis , asam , asin , getir yang akan dirasakan oleh setiap manusia, tidak terkecuali siapapun mereka orangnya.Terharu rasanya melihat warga Indonesia hanya saling menolong pada saat bencana alam terjadi. Sumbangan uang mencapai ratusan juta bahkan milyaran / trilyunan rupiah, bahkan ada yang bersedia menjadi tenaga suka rela. Seakan-akan Indonesia mau bersatu untuk menolong sesama.

Tetapi mengapa kita hanya saling gotong royong sewaktu ada bencana ?

Pada saat bencana, orang-orang dengan senang hati menyumbang uang, kalau tidak ada bencana, orang-orang sibuk mencuri uang masyarakat dengan korupsi, Sekolah di pengungsian diadakan supaya pendidikan anak-anak korban bencana masih belajar setiap hari, saya rasa ini ide yang sangat bagus dan saya senang hal ini terjadi, tetapi banyak sekali sekolah-sekolah dan murid-muridnya di Indonesia yang butuh perhatian, bahkan saat tidak ada bencana. 

Apakah Indonesia hanya bisa bersatu saat kita mengalami bencana ?
Di lain sisi, saya sangat senang melihat pertolongan terus datang, Saya hanya berharap Indonesia bisa saling gotong royong, saling membantu, kapan saja, di mana saja, bahkan pada saat tidak ada bencana. Banyak kita lihat bagaimana seorang balita yang baru lahir dibiarkan sekarat di jalanan yang dilewati banyak pejalan kaki dan kendaraan, Mengapa tidak ada yang menolong ?

Sepertinya dunia ini semakin lama semakin kehilangan energi positif dalam setiap aktivitasnya. Tanpa disadari, banyak dari kita tidak lagi mempercayai adanya ketulusan dalam suatu kebaikan. Mengapa ?

Sebagai penolong, melihat orang yang kesusahan tentunya naluri kemanusiaan kita akan mendorong kita untuk membantu. Namun tidak jarang pula ketika kita menjadi penolong yang tulus, justru yang ditolong lah yang berpikiran negatif. Mulai dari kemungkinan “dia pasti ada maunya”, “sekalian minta tolong apa lagi ya?”, sampai ”saya tidak butuh pertolongan sekecil ini”. Semua itu (percayalah) merupakan hal yang sering terjadi dalam kancah “tolong-menolong” selama ini.

Sepatutnya sebagai penolong kita memiliki hati untuk melakukan yang terbaik dan sebagai yang ditolong kita memiliki hati yang bersyukur. Percayalah bahwa pertolongan kita tidak akan sia-sia, meski sedikit namun pasti menjadi bagian dari kelegaan hati orang yang membutuhkan.

Melihat hal tersebut, beberapa orang yang telah menyelamatkan diri urung menawarkan pertolongan. Banjir semakin meninggi, tetangga-tetangga tidak lagi saling perduli, hingga akhirnya datang tawaran bantuan dari tim penolong yang diberi tugas oleh Pemilik Otoritas. Kalau saja beberapa orang tetap memaksa untuk menerima pertolongan, mungkin dia akan tetap bisa melanjutkan kehidupannya. Di sisi lain, kalau saja bapak tua itu menerima pertolongan orang-orang yang menawarkan bantuan, pasti dia tidak akan mati percuma,

Kiranya tolong-menolong didasari ketulusan hati penolong dan kerendahan hati penerima pertolongan. tapi namanya takdir ya... terima saja.

Wallahu A'lam

Saling Tolong Menolong


Saling Tolong Menolong adalah merupakan satu diantara perintah Allah Subhanahu Wata'ala yang harus dilaksanakan oleh setiap hamba - hamba Nya yang ingin kembali kepada Nya, tolong menolong merupakan satu ciri orang mu'min yang dalam pelaksanaannya dalam kehidupan sehari - hari hendaknyalah kemudian bercermin kepada Kitab Nya.

Hal tersebut oleh karena didalam pelaksanaan Tolong Menolong seorang hamba haruslah kemudian dapat membedakan apa dan bagaimana kebajikan dan ketakwaan itu serta apa dan bagaimana Dosa dan pelanggaran, sebagaimana telah dijelaskan didalam penggalan surah Al Maidah yang tertulis didalam gambar dibawah.

Saling Tolong Menolong dalam mengerjakan Kebajikan dan Takwa insya Allah akan membawa setiap hamba - hamba Nya kepada Ampunan dan Ridha Nya, Aamiin

Sedangkan sebaliknya Tolong Menolong dalam mengerjakan Perbuatan Dosa dan Pelanggaran Insya Allah akan membawa setiap hamba - hamba Nya kepada Azab dan Siksa Nya. Na'udzubillahi Min Dzalik

Wallahu A'lam